Minggu, 17 November 2013

Administrasi Kepegawaian tentang Pelaksanaan MDGS di Kota Bukittinggi

TUGAS MAKALAH ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN
TENTANG
PELAKSANAAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS
 (MDGS ) DI KOTA BUKITTINGGI
OLEH
AYU NOVITA SARI
1101601

 UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012
DOSEN PEMBIMBING
Aldri  Frinaldi, S.H., M. Hum.
NID : 19700212 199802 1 001

KATA PENGANTAR
Bismillahhirrahmanirrahim
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan malakah yang berjudul : “Pelaksanaan Millennium Development Goals (MDGS) di Kota Bukittinggi ”.Untuk terwujudnya makalah ini penulis sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan makalah ini sehingga dapat diselesaikan sesuai rencana.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas tambahan untuk menyelesaikan mata kuliah Birokrasi dan Administrasi Kepegawaian . Selain itu, makalah ini didekasikan kepada seluruh pihak yang peduli akan pentingnya Millennium Development Goals (MDGS) atau tujuan pembangunan nasional yang gunanya untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat. .
Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam penulisan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Penulis mengharapkan kritik dan saran akan makalah yang telah disusun ini, agar kedepannya dapat menjadi lebih baik.


Bukittinggi ,  Januari 2013


Penulis 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Kesejahteraan masyarakatnya merupakan idaman bagi semua negara di dunia, begitu juga dengan Indonesia. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kesejahteraan itu bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat golongan atas saja namun mencakup keseluruhan lapisan masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menyelenggarakan program – program yang ada dalam Millennium Development Goals (MDGS) atau Tujuan Pembangunan Millennium agar dapat terciptanya kesejahteraan masyarakat.  Pencapaian sasaran MDGs menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia. Pencapaian tujuan dan target tersebut bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Sehingga, pencapaian tujuan dan target MDGs harus menjadi pembahasan seluruhan masyarakat.
Peran pemerintah daerah sebagai wakil pemerintah pusat di daerah sangat diharapkan untuk melaksanakan program – program dari MDGS tersebut. Sehingga perwujudan kesejahteraan masyarakat dapat dilaksanakan secara optimal.
1.2  RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah
1.      Apa pengertian dari Millennium Development Goals?
2.      Apa program – program dari Millennium Development Goals?
3.      Bagaimana sejarah perkembangan Millennium Development Goals ?
4.      Bagaimana pelaksanaan Millennium Development Goals di Kota Bukittinggi?

1.3  TUJUAN
Tujuan penulisan makalah ini adalah
1.      Untuk mengetahui maksud dari Millenium Development Goals.
2.      Untuk mengetahui program – program dari Millennium Development Goals?
3.      Untuk mengetahui sejarah perkembangan Millennium Development Goals ?
4.      Untuk mengetahui pelaksanaan Millennium Development Goals di Kota Bukittinggi?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1  PENGERTIAN MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGS)
Millenium Development Goals atau tujuan pembangunan millennium adalah upaya untuk memenuhi hak – hak dasar kebutuhan manusia melalui komitmen bersama antara 189 negara anggota PBB.

2.2  PROGRAM – PROGRAM MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS
Program – program dari Millennium Development Goals atau yang lebih dikenal dengan MDGs adalah sebagai berikut:
1.      Penghapusan kemiskinan yang ekstrim dan kelaparan, serta mengurangi setengah jumlah penduduk miskin yang hidup kurang dari satu dolar AS per hari.
2.      Akses terhadap pendidikan dasar.
3.      Mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
4.      Mengurangi tingkat kematian balita.
5.      Peningkatan kesehatan ibu.
6.      Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lain.
7.      Menjamin keberlanjutan lingkungan dengan mengintegrasikan prinsip – prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program – program tiap Negara untuk menghambat kerusakan Sumber Daya Alam.
8.      Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan dengan terus mengembangkan pasar terbuka dan system financial, termasuk komitmen untuk good governance, pembangunan dan pengurangan kemiskinan.

2.3  SEJARAH PERKEMBANGAN  MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS

Terciptanya Millennium Development Goals berawal dari tahun 2000 dengan dipertemukannya para pemimpin dunia di New York dan menandatangani “ Deklarasi Milennium ” yang berisi komitmen untuk mempercepat pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan. Hal ini menjadi dasar dari tersusunnya pencapaian tingkat kesejahteraan umat manusia pada seribu tahun yang akan datang. Komitmen tersebut diterjemahkan menjadi beberapa tujuan dan target yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGS). Sebagai salah satu anggota PBB, Indonesia memiliki dan ikut melaksanakan komitmen Millennium Development Goals (MDGS)  dalam upaya untuk mensejahterakan  masyarakat Indonesia .
Untuk beberapa tujuan, di antaranya kemiskinan, pendidikan, kesehatan dan perlindungan terhadap lingkungan, Indonesia bersama negara-negara lainnya, menetapkan target-target yang ambisius tetapi sangat mungkin untuk dicapai. Kebanyakan dari target tersebut mesti dicapai pada 2015.  Pemerintah Daerah sebagai perwakilan pemerintah  pusat di daerah juga ikut serta mendukung komitmen pemerintah tersebut, dengan melaksanakan program dan kegiatan yang bertujuan untuk mencapai target MDGS.

2.4  PELAKSANAAN MILLENNIUM DEVELOPMENT GOALS DI BUKITTINGGI

Khususnya untuk Kota Bukittinggi perkembangan program MDGS berjalan dengan baik dimana untuk mencapai target MDGS pemerintah daerah melakukan banyak upaya agar tercapainya target sesuai yang telah ditetapkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya kegiatan pembukaan peringatan puncak pekan Millennium Development Goals (MDGS) Kota Bukittinggi digelar di Puskesmas Plus Bukit Umpang-Umpang, Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Mandiangin Koto Selayan yang bertepatan pada tanggal 18 April 2012 lalu. Kegiatan peringatan ini merupakan rangkaian dari Pekan MDGS Tahun 2012. Beberapa acara telah dilaksanakan sebelumnya seperti seminar kesehatan pra pekan MDGS pada 2 April. Pada skala provinsi, juga telah diikuti beberapa kegiatan seminar dan lomba di Kota Padang.
Walikota Bukittinggi menjelaskan rangkaian acara itu bertujuan untuk mensosialisasikan, menyemarakkan, dan membuka ruang partisipasi masyarakat, untuk bersama-sama dengan pemerintah kota berkontribusi memenuhi target MDGS tahun 2015. MDGS atau Tujuan Pembangunan Millenium merupakan komitmen global 189 negara anggota PBB pada September 2000 untuk menangani isu perdamaian, keamanan, pembangunan, HAM, kebebasan dasar, dalam satu paket kebijakan pembangunan guna mempercepat pencapaian pembangunan manusia dan pemberantasan kemiskinan di seluruh dunia pada tahun 2015.
MDGS mencakup delapan tujuan utama yakni memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem, mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu hamil, memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lain, memastikan kelestarian lingkungan dan terakhir mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Indonesia sebagai salah satu negara yang menandatangani MDGS berkomitmen mewujudkan delapan tujuan tersebut.
Secara nasional komitmen itu dituangkan dalam berbagai dokumen perencanaan nasional seperti RPJMN 2004-2009, kemudian dipertegas pada RPJMN 2010-2014 dan Inpres No. 3/2010 tentang program pembangunan yang berkeadilan. Komitmen yang sama juga dituangkan dalam RPJMD Kota Bukittinggi tahun 2011-2015.
Pada pembukaan itu hadir Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Chandra Yoga Aditama, unsur Muspida, pengurus Tim Penggerak PKK, pimpinan SKPD, para camat dan lurah serta tokoh masyarakat.
Wako menggarisbawahi bahwa tujuh dari delapan tujuan MDGs yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, target yang mesti dicapai tahun 2015 telah dicapai pada tahun 2011. Misalnya menurunkan separuh proporsi penduduk yang menderita kelaparan, di antara indikatornya adalah prevalensi balita gizi buruk. Tujuan ini memiliki target 3,6 persen tahun 2015. Tahun 2011 Kota Bukittinggi telah melampaui target yakni 1,33 persen. Untuk angka kematian anak, indikatornya adalah angka kematian balita.
Target tahun 2015 sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup, sementara 2011 sudah mencapai 1,8 per 1.000 kelahiran hidup. Di angka kematian bayi, tahun 2015 ditargetkan 23 per 1.000 kelahiran hidup, pada 2011 telah mencapai 4 per 1.000 kelahiran hidup.
Sementara untuk menurunkan angka kematian ibu, di antara indikator adalah angka kematian ibu. Target 2015 sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup, sementara pada 2011 tidak ada kasus kematian ibu di kotawisata ini. Adapun prevalensi HIV/AIDS, tahun 2015 ditargetkan kecil dari 0,5 persen. Pada 2011 Bukittinggi mencapai 0,1 persen. Meskipun sudah di atas target MDGS (sudah cukup baik), namun potensi penyebaran HIV/AIDS di kota sanjai ini cukup tinggi. Karena posisi kota ini sebagai kota kunjungan.
Di sisi lain, proporsi kasus tuberculosis yang ditemukan melalui DOTS, dari target sebesar 62,8 persen untuk 2015, pada tahun 2011 sudah mencapai 79,98 persen. Sedangkan angka kesakitan DBD pada 2015 ditargetkan sebesar 50 persen, tapi di Kota Bukittinggi tahun 2011 sudah mencapai 59,9 persen. Angka tersebut  masih relatif tinggi. Pemerintah Kota  berharap pada tahun 2015 bisa mencapai melebihi target MDGS tersebut.
Di bidang peningkatan akses berkelanjutan terhadap air minum layak dan sanitasi dasar, indikatornya adalah proporsi rumah tangga dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak yakni sebesar 77,12 persen pada 2015. Sementara pencapaian Kota Bukittinggi tahun lalu malah sudah mencapai 100 persen. Selanjutnya di bidang sanitasi dasar pada 2015 ditargetkan sebesar 69,62 persen dan pencapaian pada tahun lalu bahkan sudah mencapai 75 persen.
Dari seluruh indikator yang terkait dengan bidang kesehatan, tahun 2015 relatif sudah tercapai pada 2011. Karena itu pencapaian ini perlu dipertahankan, bahkan harus lebih ditingkatkan menjadi lebih baik lago, sehingga tahun 2015 dan seterusnya Bukittinggi dapat menuntaskan target millennium yang telah ditetapkan.
Pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon oleh Walikota bersama dengan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI Chandra Yoga Aditama. Selain itu, Kemenkes RI juga memberikan bantuan kepada Pemko Bukittinggi berupa mobil operasional untuk pelayanan HIV/AIDS.
Direktur Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kemenkes, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE bersama Walikota Bukit Tinggi, H. Ismet Amzis SH, telah mencanangkan komitmen pelaksanaan MDGs di kota Bukittinggi. Pada kesempatan tersebut Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama juga menyerahkan bantuan sebanyak 1 (satu) buah mobil Dinas Kesehatan Bukittinggi  untuk memperkuat Program Penanggulangan HIV/AIDS di kota Bukiittinggi.
 Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan bahwa Menkes menunjuk Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama sebagai Pembina Wilayah (BinWil) Sumatera Barat di bidang kesehatan yang bertugas untuk menjembatani antara Kemenkes di tingkat pusat dengan kegiatan di provinsi maupun kabupaten dan bahkan terjun langsung ke lapangan. Semangat masyarakat dan komitmen Pemda di Sumatera Barat dalam bidang kesehatan dirasa cukup tinggi dan terdapat variasi masalah kesehatan di Sumatera Barat yang cukup luas.Kemenkes melalui Dirjen P2PL menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda dan masyarakat Bukit Tinggi yang telah banyak melakukan kegiatan kesehatan yang berhasil.
Target MDGS tahun 2015 harus diupayakan agar dapat tercapai dengan baik. Kegiatan kesehatan perlu mendapatkan dukungan dari lintas sektor dan lintas program. Dimana, mencegah lebih baik dari pada mengobati orang sakit serta kegiatan Promotif dan Preventif dapat terus digalakkan di masyarakat Bukit Tinggi yang diantaranya dengan melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).


BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN

Pelaksanaan Millenium Development Golas (MDGS) bagi suatu negara sudah menjadi tanggung jawab masing – masing unsure dalam negara tersebut baik itu pemerintah dan masyarakat. Pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap daerahnya agar tercapai tujuan serta targer dari MGDS tersebut. Pemerintah daerah sebagai lembaga yang diberi wewenang untuk mengatur daerahnya melalui otonomi daerah. Dengan adanya otonomi daerah tersebut, diharapkan pemerintah mampu untuk mewujudkan kesejateraan masyarakatnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bukittinggi sudah melakukan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan atau target dari Millennium Development Goals ini. Dibuktikan dengan diselenggarakan pembukaan peringatan puncak pekan Millennium Development Goals (MDGs) Kota Bukittinggi.
3.2 SARAN
1.      Pemerintah Kota Bukittinggi diharapakan untuk meningkatkan kinerja dari semua aparat dalam  pencapaian tujuan MDGS ini.
2.      Program – program yang sudah berhasil dicapai diharapkan dapat dipertahankan.

3.      Peran serta dari semua pihak baik masyarakat dan pemerintah pusat dan daerah sangat diharapkan untuk mencapai tujuan dari MDGS ini. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar