Minggu, 17 November 2013

Administrasi Kepegawaian tentang Ketekunan dan Kesabaran dalam Budaya Kerja PNS

TUGAS MAKALAH ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN
TENTANG
KETEKUNAN DAN KESABARAN DALAM BUDAYA KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL

  
OLEH
AYU NOVITA SARI
1101601

 UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2012
DOSEN PEMBIMBING


Aldri  Frinaldi, S.H., M. Hum. 
NID : 19700212 199802 1 001

KATA PENGANTAR
Bismillahhirrahmanirrahim
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan malakah yang berjudul : “Ketekunan dan Kesabaran dalam Budaya Kerja Pegawai Negeri Sipil ”.Untuk terwujudnya makalah ini penulis sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan makalah ini sehingga dapat diselesaikan sesuai rencana.
Penulisan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Birokrasi dan Administrasi Kepegawaian . Selain itu, makalah ini didekasikan kepada seluruh pihak yang peduli akan pentingnya ketekunan dan kesabaran dalam menjalankan tugas – tugas sebagai pegawai negeri sipil. Dalam menjalankan tugasnya pegawai negeri sipil dituntun untuk dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Dalam penulisan makalah ini penulis berusaha menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam penulisan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Penulis mengharapkan kritik dan saran akan makalah yang telah disusun ini, agar kedepannya dapat menjadi lebih baik.


Padang ,  Desember  2012


Penulis
                                                                


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Reformasi birokrasi dalam bidang kepegawaian pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintahan yang professional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dan bebas dari KKN, mampu melayani public, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai – nilai dasar dan kode etik aparatur Negara. Secara khusus, pada tahun 2025 diharapkan Indonesia berada pada fase yang benar – benar bergerak menuju Negara maju yang mewujudkan pemerintahan kelas dunia, yaitu pemerintahan yang professional dan berintegrasi tinggi yang mampu menyelenggarakan pelayanan prima kepada masyarakat dan manajemen pemerintahan yang demokratis serta diharapkan mampu menghadapi tantangan pada abad ke – 21 melalu tata pemerintahan ynag baik pada tahun 2025.
Melalui nilai – nilai yang tercantum dalam budaya kerja, diharapkan nilai – nila tersebut dapat meningkatkan kinerja dari aparatu pemerintahan sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat umum, tanpa adanya diskriminasi dengan alas an apapun. Ketekunan dan kesabaran merupakan salah satu indicator perilaku dalam budaya kerja.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah
1.      Apakah pengertian Budaya?
2.      Apakah pengertian Kerja?
3.      Apakah pengertian Budaya Kerja?
4.      Bagaimana Ketekunan dan Kesabaran dalam  Budaya Kerja Pegawai Negeri Sipil?

1.3  TUJUAN

Tujuan penulisan makalah ini adalah
1.      Untuk mengetahui apa itu Budaya.
2.      Untuk mengetahui pengertian dari Kerja.
3.      Untuk mengetahui maksud Budaya Kerja.
4.      Untuk mengetahui kaitan antara ketekunan dan kesabaran dalam budaya kerja pegawai negeri sipil.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1  PENGERTIAN BUDAYA

Secara harfiah, pengertian budaya (culture) berasal dari kata Latin Colore, yang berarti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang. Namun, pengertian yang semula agraris ini lebih lanjut diterapkan pada hal – hal yang bersifat rohani.dalam pengertian lain kebudayaan diartikan sebagai way of life, yaitu cara hidup tertentu yang memancarkan identitas tertentu pula dari suatu bangsa.
The American Herritage Dictionary mendefinisikan “kebudayaan” secara lebih formal, “sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan social, seni, agama, kelembagaan, dan segala hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia”. Menurut koenjaraningrat, budaya adalah “keseluruhan system gagasan tinadakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar”. Selanjutnya dinyatakan, bahwa kebudayaan memiliki tiga wujud yaitu:
1.      Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleksitas dari ide – ide, gagasan, nilai – nilai, norma – norma, peraturan, dan sebagainya.
2.      Wujud kebudayaan sebagai suatu konpleksitas aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3.       Wujud kebudayaan sebagai benda – benda hasil karya manusia.
Dalam kenyataan kehidupan sehari – hari, ketiga wujud kebudayaan tersebut tidak terpisah satu sama lain dan bahkan saling mengisi dan saling terkait secara erat. Kemudian pada bagian lain, menurut Koentjaraningrat kebudayaan dirumuskan sebagai “keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil nudi dan karyanya itu”.

2.2 PENGERTIAN KERJA

Dalam literatur budaya organisasi dapat juga disebut basic assumption tentang sesuatu dalam hal ini kerja. Kata kerja dapat diidentifikasikan dalam berbagai pernyataan sebagai berikut:
1.      Kerja adalah kewajiban. Dalam system birokrasi atau system kontraktual, kerja adala kewajiban, guna memenuhi perintah atau membayar hutang.
2.      Kerja adalah pengabdian kepada sesame. Kerja dengan tulus , tanpa pamrih.
3.      Kerja adalah suci. Kerja harus dihormati dan jangan dicemarkan dengan perbuatan dosa,kesalahan, pelanggaran dan kejahatan.

2.3 PENGERTIAN BUDAYA KERJA

Berpijak dari nilai – nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia kebudayaan diolah sedemikian rupa, sehingga menjadi nilai – nilai baru yang menjadi sikap dan perilaku manajemen dalam menghadapi tantangan baru. Budaya kerja itu tidak akan muncul begitu saja, akan tetapi harus diupayakan dengan sungguh – sungguh melalui suatu proses yang terkendali dengan melibatkan semua SDM dalam seperangkat system, alat – alat dan teknik – teknik pendukung. Budaya Kerja merupakan kawah Candradimuka untuk merubah cara kerja lama menjadi cara kerja baru yang akan berorientasi untuk memuaskan pelanggan atau masyarakat.
Kualitas atau mutu suatu produk (jasa atau barang), cara kerja dan SDM harus dapat diukur dan merupakan kesepakatan bersama. Pengukuran kualitas anatara lain dari aspek persyaratan, bentuk, warna, jaminan, pelayanan, dan lain – lain. Kembali pada dasar kualitas yang bersumber pada tingkat kualitas SDM yang bermutu tinggi dapat dipastikan akan dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan produk ang berkualitas tinggi, karena semua orang terlibat dalam proses kerja dan mereka sudah tahu apa yang seharusnya dikerjakan dengan bahasa yang sama.
Budaya Kerja adalah suatu falsafah yang didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai – nilai yang menjadi sifat, kebiasaan dan kekuatan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu kelompok masyarakat atau organisasi, kemudian tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan, cita – cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai “kerja” atau “bekerja”. Budaya Kerja organisasi adalah manajemen yang meliputi pengembangan, perencanaan, produksi, dan pelayanan sutu produk yang berkualitas dalam arti optimal, ekonomi, dan memuaskan.
Budaya kerja adalah salah satu komponen berkualitas manusia yang sangat melekat dengan identitas bangsa dan menjadi tolak ukur dasar dalam pembangunan. Budaya kerja dapat ikut menentukan integrasi bangsa dan menjadi penyumbang utama dalam menjamin kesinambungan kehidupan bangsa. Budaya kerja juga sangat erat kaitannya dengan nilai – nilai yang dimilikinya, terutama falsafah bangsa yang mampu mendorong prestasi kerja setinggi – tingginya.
Program budaya kerja akan menjadi kenyataan melalui proses panjang, karena perubahan nilai – nilai lama menjadi nilai – nilai baru akan memakan waktu untuk menjadi kebiasaan dan tak henti – hentinya terus melakukan penyempurnaan dan perbaikan.Wahana budaya kerja adalah produktivitas yang berupa perilaku kerja yang tercermin antara lain: kerja keras,ulet, disiplin, produktif, tanggung jawab, motivasi, manfaat, kreatif, dinamik, konsekuen, konsisten, responsive, mandiri, makin lebih baik, dan sebagainya.
Manfaat yang didapat dari budaya kerja itu sendiri adalah menjamin hasil kerja dengan kualitas yang lebih baik, membuka seluruh jaringan komunikasi, keterbukaan, kebersamaan, kegotong – royongan, kekeluargaan, menemukan kesalahan, dan cepat memperbaiki, cepat menyesuaikan diri dengan perkembangan dari luar ( factor eksternal seperti pelanggan, teknologi, social, ekonomi, dan lain- lain). Mengurangi laporan berupa data – data dan informasi yang salah dan palsu. Manfaat lainnya yaitu: kepuasan kerja meningkat, pergaulan yang lebih meningkat, pengawasan fungsional berkurang, pemborosan berkurang, tingkat absensi turun, ingin belajar terus, ingin memberikan yang terbaik bagi organisasi dan lain – lain.
Dalam arti lain budaya kerja aparatur pemerintah dapat diartikan sebagai : sikap dan perilaku individu dan kelompok aparatur Negara yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi sifat serta kebiasaan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari.
       Pelaksanaan budaya kerja dengan cara-cara yang seharusnya tersebut diarahkan kepada terciptanya aparatur Negara yang professional, bermoral dan bertanggung jawab dengan persepsi yang tepat terhadap pekerjaan sehingga yang dilakukan selalu dengan keyakinan untuk berbuat yang terbaik, dengan cara yang seharusnya dan menghasilkan pekerjaan yang terbaik pula.
Dengan demikian makna dan arti pelaksanaan budaya kerja bagi aparatur adalah sebagai aparatur Negara akan bermanfaat, baik bagi dirinya, organisasi, dan dalam menjalankan tugas, dengan penuh kesungguhan yang memiliki kemungkinan untuk melakukan aktualisasi, berperan dan berprestasi, yang akan berdampak pada peningkatan kerja kelompok atau organisasi.
Pelaksanaan budaya kerja aparatur Negara dengan nilai-nilai yang seharusnya merupakan langkah awal yang sebaiknya dipilih dalam upaya melakukan Reformasi birokrasi secara keseluruhan, sehingga dapat menjadi birokrasi yang efisien dan efektif dengan aparatur yang bersih, transparan, dan professional dalam menjalankan tugasnya. Hukum menjadi dasar dari tatanan birokrasi yang ada dan dilaksanakan secara konsisten sehingga pelaksanaan Negara menjadi baik dan bersih (good and clean government) dan masyarakat sebagai pihak yang harus dilayani memperoleh imbas yang baik pula.

2.4 KETEKUNAN DAN KESABARAN DALAM BUDAYA KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL
Budaya kerja sangat diperlukan dalam organisasi pemerintahan dimana budaya kerja tersebut dapat meningkatkan kinerja dari pegawai negeri sipil itu sendiri. Meningkatnya kinerja pegawai akan berdampak secara langsung kepada kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diterima mereka dari pegawai negeri sipil. Pegawai negeri sipil itu sendiri merupakan sumber daya yang sangat diperlukan karena peran dan kedudukannya dalam organisasi pemerintahan. Dalam kedudukan dan peranan di organisasi pemerintahan setiap negara, pegawai negeri sipil merupaka tulang punggung pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan untuk mencapai tujuan nasional.
Ketekunan dan kesabaran merupakan salah satu indikator peningkatan budaya kerja  perilaku-perilaku pegawai negeri sipil yang dianggap perlu ditingkatkan untuk peningkatan fungsi pelayanan (baik kepada masyarakat, maupun ke dalam instansi sendiri dan antar instansi pemerintah itu sendiri).
Asal kata ketekunan yaitu tekun. Yang artinya adalah rajin, keras hati, dan bersungguh – sungguh. Ketekunan adalah kekerasan , kesungguhan dan keasyikan. Ketekunan bermaksud bersungguh-sungguh, komite, sabar dan teliti dalam melaksanakan sesuatu tugas. Ketekunan akan menghasilkan output yang berkualiti dan mencapai sasaran yang ditetapkan. Ketekunan merupakan sikap mental seseorang yang bersifat tangguh, tekun dan bersungguh – sungguh, amanah untuk mencapai sasaran kerja dan prestasi kerja terbaiknya, tidak asal jadi. Dalam makna lain ketekunan adalah teliti, rajin mendalami sesuatu pekerjaan/tugas seseorang maupun kelompok yang bersifat konsisten dan berkelanjutan sesuai dengan komitmen yang disepakatinya (atau sikap kerja yang memuat nilai: Commitment,Consistence,Continuous)
Sedangkan kesabaran asal katanya yaitu dari kata sabar yang mengandung makna tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, dan tidak lekas patah hati). Kesabaran merupakan sifat kekuatan dan ketahanan diri dalam menerima kesusahan atau halangan dengan menganggap tekanan dan kesukaran tugas adalah dugaan dari Tuhan. Dalam makna lain kesabaran adalah tidak emosional, tidak perlu tergesa – gesa, asalkan tercapai tujuannya tanpa mengorbankan kepentingan orang lain.
Ketekunan dan kesabaran ini diharapkan sudah tertanam dalam jiwa para pegawai negeri sipil sehingga fungsi mereka sebagai penyelenggara pemerintahan berjalan dengan baik. Masyarakat akan puas terhadap kinerja pegawai negeri sipil tersebut. Pelayanan yang diberikan pun akan menjadi pelayanan prima seperti yang telah mereka idam – idamkan. 
Pelaksanaan budaya kerja berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan public karena pelayanan public pada hakikatnya adalah pemberian pelayanan prima kepada masyarakat yang merupakan perwujudan kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat. 
  
BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN

Budaya kerja yang ada pada perorangan, kelompok, organisasi dan penyelenggara negara sebenarnya merupakan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan baik secara rutin karena adanya aturan ataupun dilakukan karena merupakan cara termudah untuk pelakunya untuk melakukan pekerjaannya.
Budaya tersebut dapat berupa peniruan / keteladanan, penyerapan dari berbagai hal, ataupun peraturan yang ada dalam bentuk hukum atau skenario pembelajaran, sehingga pelaksananya melakukan hal-hal tersebut sebagai suatu yang memang harus dilakukan. Kegiatan yang terus menerus tersebut kemudian menjadi budaya kerja tersendiri bagi pelakunya.
Ketekunan dan kesabaran tersebut merupakan salah satu sikap yang diperlukan dalam budaya kerja pegawai negeri sipil. Sehingga tugas pegawai negeri sipil sebagai penyelenggaran pemerintahan berjalan dengan baik.
  
SUMBER REFERENSI

Lembaga Administrasi Negara. 2009. Budaya Kerja Organisasi Pemerintah :Indonesia
Google :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar